Senin, 02 Januari 2012

Mengamankan Data Komputer Dengan TrueCrypt

TrueCrypt adalah sebuah software gratis dan open source yang dapat melindungi data rahasia Anda  dengan cara melakukan enkripsi data pada file, partisi, hardisk atau USB Flashdisk Anda. Aplikasi ini dapat berjalan pada sistem operasi Windows 7, Windows Vista, Windows XP, Mac OS X dan Linux. Setelah aplikasi ini diinstall, pertama kali kita harus membuat sebuah TrueCrypt Volume yang nantinya digunakan sebagai wadah tempat peyimpanan data.  TrueCrypt Volume  bisa disimpan pada sebuah file (file yang berisi volume ini biasa disebut kontainer), partisi atau hardisk secara keseluruhan. Setelah Volume berhasil dibuat, maka langkah selanjutnya kita harus me-Mount Volume tersebut menjadi sebuah Virtual Drive. Pada Drive inilah nantinya kita akan bekerja, meyimpan, membaca atau mengedit data-data rahasia kita. Setelah selesai bekerja maka kita harus men-Dismount Virtual Drive tersebut, sehingga orang lain tidak bisa mengakses data-data kita.
Untuk lebih jelasnya, berikut langlah-langkah mengamankan data pada komputer menggunakan aplikasi TrueCrypt, dalam contoh ini saya akan menyimpan data rahasia pada sebuah file bernama PRIVATE yang saya simpan di C:DATAKU.

Langkah Pertama:  Menginstall Aplikasi TrueCrypt 
  1. Download aplikasi TrueCrypt di www.TrueCrypt.org saat ini sudah mencapai versi 7.0a.
  2. Double klik file installer, pada jendela License Agreement klik Accept.
  3. Selanjutnya pada jendela Wizard Mode, terdapat 2 pilihan, yaitu Install – untuk menginstall program pada komputer atau Extract – untuk membuat versi Portable dari aplikasi ini sehingga bisa kita jalankan dari USB Flashdisk.
  4. Dalam contoh ini saya pilih Install, lalu klik Next dan pada jendela selanjutnya klik Install lalu Finish.

Langkah Kedua: Membuat TrueCrypt Volume 
  1. Jalankan aplikasi TrueCrypt dan klik Create Volume.
  2. Selanjutnya akan muncul jendela TrueCrypt Volume Creation Wizard, dalam langkah ini kita harus memilih dimana Volume TrueCrypt akan dibuat. Karena kita akan meyimpan volume TrueCrypt ini pada sebuah file, maka pilih opsi pertama, lalu klik Next.
  3. Tentukan tipe volume yang akan dibuat, secara default pilih Standard TrueCrypt volume lalu klik Next.
  4. Langkah selanjutnya adalah menentukan lokasi tempat penyimpanan file. Dalam contoh ini kita akan meyimpan TrueCrypt Volume pada file yang saya beri nama PRIVATE yang berlokasi di C:DATAKU, pastikan sebelumnya folder DATAKU sudah dibuat, klik Next untuk melanjutkan.
  5. Pada jendela Encryption Options, klik aja Next untuk memilih Algoritma Enkripsi secara default yaitu menggunakan AES (Advanced Encryption Standard).
  6. Selanjutnya pada jendela Volume Size tentukan besarnya Volume yang akan kita buat, dalam contoh ini saya membuat Volume Size sebesar 250 MB, sesuaikan dengan data yang nantinya akan kita simpan.
  7. Masukkan Password pada jendela selanjutnya, dunakan password yang strong tetapi mudah diingat, yang merupakan gabungan dari karakter special, huruf dan angka.
  8. Kemudian Format Volume tersebut, klik Next dan Finish.


Langkah Ketiga : Mount TrueCrypt Volume ke Virtual Drive. 
  1. Jalankan aplikasi TrueCrypt, klik drive letter yang kita sukai, disini saya memilih drive P.
  2. Klik Select File untuk memilih file yang telah kita buat, yaitu file PRIVATE pada folder C:DATAKU
  3. Klik Mount, masukan password dan klik OK, sebuah virtual drive P akan terbentuk, klik Exit.
  4. Simpan data-data rahasia kita ke drive ini, ingat ukurannya tidak boleh melebihi volume size yang telah kita buat.

Langkah Keempat : DisMount TrueCrypt Volume. 
  1. Apabila telah selesai, jalankan kembali aplikasi TrueCrypt, sorot virtual drive kita, lalu klik Dismount.
»»  read more

Rabu, 28 Desember 2011

Pengenalan JoomLa

Joomla! adalah Sistem manajemen konten (SMK atau CMS) yang bebas dan terbuka (free opensource) ditulis menggunakan PHP dan basisdata MySQL untuk keperluan di internet maupun intranet. Joomla pertamakali dirilis dengan versi 1.0.0. Fitur-fitur Joomla! diantaranya adalah sistem caching untuk peningkatan performansi, RSS, blogs, poling, dll. Joomla! menggunakan lisensi GPL.
»»  read more

Apa Itu CMS ???

CMS (Content Management System) dalah perangkat lunak yang memungkinkan seseorang untuk menambahkan dan/atau memanipulasi (mengubah) isi dari suatu situs Web [Wikipedia] Intinya adalah mempermudah user memanajemen sebuah web, bahkan orang yang tidak mengerti bahasa HTML pun bisa menggunakannya.. Ada banyak CMS dan dengan kemampuan dan fitur yang berbeda – beda pula, salah satunya yaitu CMS Joomla.
»»  read more

Senin, 26 Desember 2011

Pencarian Interpolasi

           Berbeda dengan pencarian biner yang memilih posisi rekaman yang akan diperbandingkan berikutnya sebagai tepat berada ditengah sisa berkas yang belum diperiksa. Pencarian interpolasi tidak mencari posisi TENGAH seperti halnya algoritma pencarian biner, melainkan menentukan posisi berikutnya, dengan menggunakan algoritma sebagai berikut :
Proc pencarian_interpolasi
/* n buah rekaman dalam berkas diurutkan menaik menurut kunci rekaman */
     AWAL := 1
     Akhir := n
     while AWAL ≤ AKHIR do
               BERIKUT :=  
            if kunci (cari) = kunci (berikut)
          then pencarian berakhir.
     else if kunci (cari) > kunci (berikut)
          then AWAL := berikut + 1
     else AKHIR := berikut – 1
End
Rekaman tidak ditemukan
End pencarian_biner
Untuk rekaman dengan susunan sebagai berikut, berapa probe untuk menemukan rekaman dengan kunci 49 bila digunakan pencarian interpolasi.
              1    2    3    4    5    6    7   8   9
     [21   25   28   33   38   39   48   49   69]
      21   25   28   33   38   39  [48   49   69]
Perhitungan :
BERIKUT1 =
    = 5,6666 , dibulatkan 6 
Kcari : Kberikut = 49 > 38     AWAL = BERIKUT1 + 1 = 6 + 1 = 7

BERIKUT2  =


     
Kcari  : Kberikut2 = 49 = 49     ketemu, probe 2
»»  read more